Ramadhan adalah bukti kasih sayang Allah SWT kepada hambaNya yang beriman. Oleh karena itu, kehadiran Bulan suci Ramadhan selalu istimewa dan Ramadhan selalu di hati. Kita sangat berharap dapat memaksimalkan kebaikan di Bulan Ramadhan 1446 H.
Bagi orang-orang beriman, ramadhan adalah tamu istimewa sehingga selalu disambut gembira dan sukacita serta menyiapkan sebaik-baiknya untuk menjamu kehadirannya melalui peningkatan amal ibadah seperti shalat fardhu, shalat tarawih, shalat witir, atau shalat-shalat sunah lainnya serta bersedekah dan tilawah Al-Quran. Semua terasa ringan untuk berbagi dengan sesama dalam bentuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Bahkan, dengan jumlah yang lebih besar dari pada bulan-bulan lainnya. Geliat munajat, zikir, dan iktikaf menjadi pemandangan yang akhirnya masif terlihat.
كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم أجودَ الناسِ بالخيرِ ، وكان أجودَ ما يكون في شهرِ رمضانَ حتى ينسلِخَ
Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan melakukan kebaikan, dan kedermawanannya semakin menjadi-jadi di bulan Ramadhan sampai Beliau wafat. (HR. Muttafaq ‘Alaih)
Menyadari sebagai hamba Allah SWT yang diciptakan untuk beribadah (Ta’abbud) kepadaNya, maka prosesi ta’abbud inilah yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan tarbiyah, bulan untuk mendidik setiap hamba agar menjadi seorang ‘aabid, hamba Allah SWT yang sejati.
Beberapa alasan mengapa Ramadhan disebut sebagai bulan tarbiyah yaitu: Pertama, pelaksanaan ibadah shaum lebih lama dibandingkan amalan ibadah lain, seperti shalat, zakat, dan haji. Shalat dapat diselesaikan dengan waktu yang cukup singkat, demikian juga dengan zakat. Manasik haji, sebenarnya bisa selesai dalam lima atau enam hari, 8-12 Dzulhijjah (kalau mengambil nafar awal) atau sampai 13 Dzulhijjah (jika memilih nafar tsani). Sementara, Ramadhan men-tarbiyah seorang mukmin sebulan penuh, rentang waktu yang cukup panjang dan lama. Kedua, banyak kategori ibadah dihadirkan pada bulan mulia ini, berposisi sebagai penunjang terbentuknya pribadi yang ‘aabid. Ada puasa, shalat tarawih, tadarus, iktikaf, ada juga sedekah dan zakat serta ada pula umrah yang utama. Rasulullah SAW menjadi teladan yang jelas bagaimana Ramadhan menjadi bulan tarbiyah yang sangat spesial dalam semua amal ibadah dan kebaikan lainnya. Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, seperti sedang berlari kencang, Rasul yang mulia itu memperhebat semua amal ibadahnya. Ketiga, pahala yang dilipatgandakan menjadi bukti kehadiran Ramadhan men-tarbiyah seorang hamba untuk menjaga motivasi semua amal kebaikannya. Amal sunah diganjar pahala wajib. Amal wajib dilipatgandakan dengan kelipatan yang tak bertepi. Bahkan, pahala puasa begitu spesial karena Allah yang menetapkan nilainya. “Puasa adalah untuk-Ku. Dan, hanya Aku yang membalasnya.” (HR Ahmad). Pantaslah jika semua yang merindukan ridha, rahmat, dan surga Allah berharap semua bulan adalah Ramadhan. Sebab, begitu banyak lagi keindahan kasih dan sayang-Nya pada bulan yang mulia ini.
Mari peluk erat tamu agung dan berikan jamuan terbaik melalui amal-amal solih yang menjadi unggulan sehingga ketika sang tamu berlalu dari pelukan, Insya Allah kita masih menjamu tamu-tamu di Bulan lainnya dengan amal-amal yang terbaik juga.